Jumat, 09 Oktober 2009

STRUKTUR ALGORITMA PEMOGRAMAN



STRUKTUR ALGORITMA PEMOGRAMAN

STRUKTUR ALGORITMA PERCABANGAN
Sebuah program tidak selamanya
akan berjalan dengan mengikuti struktur
berurutan, kadang-kadang kita perlu
merubah urutan pelaksanaan program dan
menghendaki agar pelaksanaan program
meloncat ke baris tertentu. Peristiwa ini
kadang disebut sebagai
percabangan/pemilihan atau keputusan.
Hal ini seperti halnya ketika mobil berada
dalam
Pada struktur percabangan, program akan berpindah urutan pelaksanaan
jika suatu kondisi yang disyaratkan dipenuhi. Pada proses seperti ini simbol
flowchart Decision harus digunakan. Simbol decision akan berisi pernyataan
yang akan diuji kebenarannya. Nilai hasil pengujian akan menentukan cabang
mana yang akan ditempuh.
Contoh 5.15. Struktur percabangan untuk masalah batasan umur.
Sebuah aturan untuk menonton sebuah film tertentu adalah sebagai berikut, jika
usia penonton lebih dari 17 tahun maka penonton diperbolehkan dan apabila
kurang dari 17 tahun maka penonton tidak diperbolehkan nonton. Buatlah
flowchart untuk permasalahan tersebut.
Penyelesaian:
Permasalahan diatas merupakan ciri permasalahan yang menggunakan
struktur percabangan. Hal ini ditandai dengan adanya pernyataan jika ..
maka ...(atau If ... Then dalam Bahasa Inggris.
Flowchart penyelesaian masalah tampak pada Gambar 5.9. Pada gambar
tersebut, tampak penggunaan simbol Decision. Pada simbol ini terjadi
pemeriksaan kondisi, yaitu apakah usia lebih dari 17 tahun atau tidak. Jika
jawaban ya maka program akan menghasilkan keluaran teks “Silahkan
Menonton”, sedangkan jika input usia kurang dari 17 tahun maka program
akan menghasilkan keluaran teks “Anda Tidak Boleh Menonton”.
Struktur percabangan untuk perhitungan dua buah bilangan.
Dalam suatu perhitungan nilai P = X + Y. Jika P positif, maka Q = X * Y,
sedangkan jika negative maka nilai Q = X/Y. Buatlah flowchart untuk mencari
nilai P dan Q
Penyelesaian:
Pada contoh ini input yang dibutuhkan adalah nilai X dan Y, sedangkan
proses pemeriksaan kondisi dilakukan pada nilai P apakah positif (termasuk
0) ataukah negative. Perhatikan flowchart penyelesaian masalah pada
Gambar 5.10.
Gambar 5.10. Flowchart penyelesaian untuk perhitungan dua buah bilangan.
Kedua contoh di atas (5.15 dan 5.16) merupakan contoh struktur
percabangan sederhana yang melibatkan hanya satu percabangan. Pada
masalah-masalah yang lebih rumit, kita akan menjumpai lebih banyak
percabangan. Kita juga akan menjumpai suatu struktur percabangan berada di
dalam struktur percabangan yang lain, atau yang biasa disebut nested
(bersarang). Perhatikan contoh-contoh berikut.
Contoh 5.17. Struktur percabangan bersarang untuk masalah fotokopi.
Sebuah usaha fotokopi mempunyai aturan sebagai berikut :
- jika yang fotokopi statusnya adalah langganan, maka berapa lembar pun dia
fotokopi, harga perlembarnya Rp. 75,-
- jika yang fotokopi bukan langganan, maka jika dia fotokopi kurang dari 100
lembar harga perlembarnya Rp. 100,-. Sedangkan jika lebih atau sama
dengan 100 lembar maka harga perlembarnya Rp. 85,-.
Buat flowchart untuk menghitung total harga yang harus dibayar jika seseorang
memfotokopi sejumlah X lembar.
Penyelesaian:
Pada contoh ini, masalah terlihat lebih rumit. Ada dua percabangan yang
terjadi. Yang pertama adalah pemeriksaan apakah status seseorang
pelanggan atau bukan. Kedua, apabila status seseorang bukan pelanggan,
maka dilakukan pemeriksaan berapa jumlah lembar fotokopi, apakah lebih
dari 100 lembar atau tidak.
Pada soal ini kita juga menjumpai apa yang disebut sebagai nested.
Perhatikan pernyataan pada syarat kedua dari persoalan di atas.
jika yang fotokopi bukan langganan, maka jika dia fotokopi kurang dari
100 lembar harga perlembarnya Rp. 100
pernyataan jika yang kedua berada di dalam jika yang pertama.
Input yang dibutuhkan untuk permasalahan ini adalah status orang yang
fotokopi dan jumlah lembar yang difotokopi. Sehingga variable input yang
digunakan adalah:
- Status untuk status orang yang fotokopi
- JLF untuk jumlah lembar yang difotokopi
Selain itu terdapat variable dengan nama HPP yang digunakan untuk
menyimpan harga per lembar dan TH untuk menyimpan nilai total harga.
Perhatikan, variable Status bertipe data char, sehingga penulisannya harus
menggunakan tanda “ “.
Flowchart penyelesaian masalah ini dapat dilihat pada Gambar 5.11.
Rekayasa Perangkat Lunak 111
Gambar 5.11. Flowchart penyelesaian untuk masalah fotokopi.
Contoh 5.18. Struktur percabangan bersarang untuk masalah kelulusan siswa.
Aturan kelulusan siswa pada mata pelajaran Pemrograman Web diterapkan
sebagai berikut :
• Jika nilai ujian tengah semester (UTS) lebih besar dari 70 maka siswa
dinyatakan lulus dan Nilai Akhir sama dengan nilai UTS.
• Jika nilai UTS kurang atau sama dengan 70 maka siswa dinyatakan lulus
jika Nilai Akhir lebih besar atau sama dengan 60 dimana Nilai Akhir = (nilai
UTS x 40%) + (nilai UAS x 60%).
Buatlah flowchart penyelesaian masalah tersebut apabila output yang diinginkan
adalah NIM, Nama Siswa, Nilai Akhir dan Status Kelulusan.
Penyelesaian:
Pada contoh ini, ada dua percabangan. Yang pertama adalah pemeriksaan
apakah nilai UTS siswa lebih dari 70. Kedua, apabila nilai UTS tidak lebih
dari 70, maka dilakukan pemeriksaan apakah nilai akhir lebih dari 60.
Input yang dibutuhkan untuk permasalahan ini adalah NIM, nama siswa,
nilai UTS, dan nilai UAS. Sehingga variable input yang digunakan adalah:
NIM untuk Nomor induk siswa, nama untuk nama siswa, NUTS untuk nilai
ujian tengah semester, dan NUAS untuk nilai ujian akhir semester.
Sedangkan variabel ouput terdiri dari NA yang digunakan untuk menyimpan
nilai akhir dan Status untuk menyimpan status kelulusan.113

STRUK URALGORITMA ENGULANGAN

Dalam banyak kasus
seringkali kita dihadapkan
pada sejumlah pekerjaan
yang harus diulang berkali.
Salah satu contoh yang
gampang kita jumpai adalah
balapan.
Mobil-mobil peserta harus
mengelilingi lintasan sirkuit
berkali-kali sesuai yang
ditetapkan dalam aturan lomba. Siapa yang mencapai garis akhir paling cepat,
dialah yang menang.
Pada pembuatan program komputer, kita juga kadang-kadang harus
mengulang satu atau sekelompok perintah berkali-kali agar memperoleh hasil
yang diinginkan. Dengan menggunakan komputer, eksekusi pengulangan
mudah dilakukan. Hal ini karena salah satu kelebihan komputer dibandingkan
dengan manusia adalah kemampuannya untuk mengerjakan tugas atau suatu
instruksi berulangkali tanpa merasa lelah, bosan, atau malas. Bandingkan
dengan pengendara mobil balap, suatu ketika pasti dia merasa lelah dan bosan
untuk berputar-putar mengendarai mobil balapnya.
Struktur pengulangan terdiri dari dua bagian :
1. Kondisi pengulangan, yaitu syarat yang harus dipenuhi untuk
melaksanakan pengulangan. Syarat ini biasanya dinyatakan dalam ekspresi
Boolean yang harus diuji apakah bernilai benar (true) atau salah (false)
2. Badan pengulangan (loop body), yaitu satu atau lebih instruksi yang
akan diulang
Pada struktur pengulangan, biasanya juga disertai bagian inisialisasi dan
bagian terminasi. Inisialisasi adalah instruksi yang dilakukan sebelum
pengulangan dilakukan pertama kali. Bagian insialisasi umumnya digunakan
untuk memberi nilai awal sebuah variable. Sedangkan terminasi adalah
instruksi yang dilakukan setelah pengulangan selesai dilaksanakan.
Ada beberapa bentuk pengulangan yang dapat digunakan, masing-masing
dengan syarat dan karakteristik tersendiri. Beberapa bentuk dapat dipakai untuk
kasus yang sama, namun ada bentuk yang hanya cocok untuk kasus tertentu
saja. Pemilihan bentuk pengulangan untuk masalah tertentu dapat
mempengaruhi kebenaran algoritma. Pemilihan bentuk pengulangan yang tepat
bergantung pada masalah yang akan diprogram.
setelah badan loop.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar